Advertisement

Advertisement

Tentang Wisata Mistis

Wisata Mistis adalah sebuah wadah perkumpulan atau komunitas yang memiliki kesamaan hobi dan minat, yaitu bertualang,menginvestigasi dan meluruskan mitos-mitos yang beredar di Indonesia. Komunitas ini didirikan pada tanggal 10 April 2011.

Ekspedisi Wisata Mistis "Menguak Sisi Mistis Keindahan Tebing Keraton"

komunitas wisata mistis kali ini mengadakan ekspedisi ke salah satu tempat dataran tinggi di bandung utara, bisa di bilang kawasan wisata ini baru di kenal karena keindahaan panoramanya. Di tempat itu kita bisa melihat hamparan pohon pinus layaknya permadani, tempat itu dikenal dengan Tebing Keraton

Ekspedisi Sumedang 1001 Misteri Museum Geusan Ulun dan Gunung Kunci

Kabupaten yang terkenal dengan tahu sumedangnya yang gurih dan nikmat ini, ternyata menyimpan beribu-ribu misteri didalamnya.

Menelisik Lebih dalam soal Patung Pastor Verbraak Taman Maluku

Menelisik lebih jauh soal keberadaan Patung Pastor ditaman Maluku, Bandung. Taman yang juga menjadi menjadi salah satu paru-paru Kota Bandung ini menyimpan sebuah kisah simpang siur soal ke beradaan Patung Pastor Verbraak

EKSPEDISI WISATA MISTIS "MENELISIK MISTERI DAN SEJARAH DI DALAM GUNUNG PUNTANG"

Wisata Mistis mencoba melakukan ekspedisi ke salah satu lokasi di Bandung Selatan, lokasi ini sering termasuk dalam bumi perkemahan selain itu memiliki sejarah yang cukup tinggi, diantaranya terdapat bekas (runtuhan) bangunan radio pertama, serta sisa bangunan-bangunan lainnya yang merupakan bekas rumah pejabat belanda dulu, di sekitar lokasi juga terdapat Gua Belanda .

Tampilkan postingan dengan label Media Cetak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Cetak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Januari 2014

[Kolom Wisata Mistis] Mengujinya Nyali Dengan Wisata Mistis


Pikiran Rakyat Edisi 24 Juni 2012

Di Benua Eropa, mendatang tempat-tempat yang membuat bulu kuduk berdiri disebut juga “ghost tour’ menjadi pariwisata adalan dibeberapa kota Pesertanya selalu membeludak. Nah, meskipun belum berniat merengguk keuntungan, di Bandung pun kegiatan serupa telah di galakan. Salah satu Komunitas yang menamakan Wisata MIstis, terbilang rajin menyelanggarakan kegiatan jalan-jalan malam ketempat-tempat yang katanya bernuasa horror itu.

Ghost tour di Bandung ini sebenarnya bukanlah kegiatan baru. Sejumlah komunitas serupa pernah berusaha menghidupkan wisata hantu kota Bandung ini sejak 2003. Namun sayangnya, entah apa alasnya kegiatan iitu mandek pada 2007.

Geliat kebangkitan hantu-hantu di kota Bandung itu pun tumbuh kembali ketika thread di http://kaskus.us yang kini berubah domainnya menjadi http://kaskus.co.id-- membahasa tentang tempat-tempat angker dikota Bandung. Entah siapa yang memulia, tercetulah ide berdasarkan thread tadi, untuk mendatangi tempat-tempat angker tesebut. "jumlah yang ikut tidak terbayang sebanyak itu. Lalu kami pun bersatu membuat komunitas untuk kegiatan tersebut pada 10 April 2011,"kata Iman Abdul Rahman (26) Ketua Komunitas Wisata Mistis.
Ternyata komunitas itu pun tumbuh di beberapa kota seperti Balikpapan ,Jambi dan Mataram. Kegiatan-kegiatan yang cukup banyak digelar  yaitu dikota Bandung. Menurut Iman , satu kali ghost tour bisa di ikuti sekitar 50 orang jumlah yang sebenernya bisa membuat panitia kewalahan jika terjadi sesuatu seperti keserupan. Akan tetapi, itu tidap perlu dirisaukan.

Deri Rahadian Nugraha (22), bertugas mengawal agar hal seperti hal itu tidak perlu terjadi. Menurut dia, saat piknik ketempat-tempat angker itu, direkayasa sedemikian rupa agar peserta tetap dikendalikan. Deri mengakau sesempurnya apapun rencana, terkadang hal-hal kondisional seperti keserupan terjadi. " Dan anehnya kebanykan kaum wanita," ujurnya.
Oleh karena itu, dalam setiap Ghost tour , dirancang rangkain kegiatan yang bisa membuat peserta tetap fokus tapi tidak kehilangan sensasi mersakan aura-aura mistis disekitarnya. Tahap awal biasanya dengan memaparkan aturan main saat tour. Lalu di lokasi, peserta dipaparkan segi historis serta mitos yang menyelubungi tempat yang dikunjungi. Biasanya ini ditutrkanoleh jurus kunci lokoasi atau warga setempat.

Setelah itu panitia menawarkan pada paserta jika ingin "uji nyali" paling lama 20 menit. "barang kali ada yang penasaran dengan mahluk gaib yang ada di lokasi. Kami bisa menyediakan Tempatnya pada mereka, namun tetap dalam pengawasan,"ucap Deri.
Nah yang paling unik dari kegiatan ini adalah adanyya melibatkan makhluk gaib. Komunitas ini menyebutkan konbat (kontak batin). Deri menuturkan, dia bertugas menanyakan kepada mahluk gaib dilokasi untuk memaparkan kebenaran mitos yang beredar. Setelah ada yang bersedia , mahluk gaib itu akan di tarik dan dimasukan ke tubuh manusia sebagian mediumnya. Saat itu lah kegiatan introgasi dimulai.
Seusai introgasi, sebuah tim penyapu mesti mengecek kondisi peserta. Pasalnya perubahan perilaku ganjil bisa tidak disadari peserta." Mungkin saat itu, mahluk gaib itu telah merasuki tubuh peserta. Dan kami pun harus menetralkannya. Yang penting dari sebelum berangkat hingga selasai acara, mereka merasa nyaman," ujur Deri.

Meskipun kadang ada sesama peserta ada yang kesurupan, jumlah peserta ghost tour tidak pernah surut. Namun, itu tidak membuat wisata mistis berniat mematok harga demi meraup keuntungan. Sekertaris Komunitas Wisata Mistis Dady Setiadi Suarsa mengatakan, komunitas masih menampung antusiame penggemar jalan-jalan malam. Berbicara soal uang, peserta hanya dibebabani uang kas Rp. 2000. jika ada ekspedisi dipungut Rp. 5.000. untuk akomodasi narasumber. Biaya yang ditarik akan bertambah bila lokasi yang didatangi mengharuskan membeli tiket masuk. Di luar itu tidak.

Dady mengatakan, Komunitas ini ingin peserta memiliki pengetahunan baru dan bisa menghargai ala tanpa diselimuti ketakutan. Karena, ternyata banyak lokasi wisata di Bandung yang dipenuhi mitos keangkeran tapi tidak pernah dirawat. "misal kita datang ke satu tempat yang angker kini tak perlu lagi berpikir aneh-aneh,"katanya.

Bagi anda yang berminat untuk ikut dalam ghost tour yang digelar wisata mistis, cukup pantau kegiatan di http://wisatamistis.com. Toh, peserta tidak dibatasi asal bandung, Peserta non Bandung juga bisa bergabung asal akomdisi seperti penginapan ditanggung sendiri. kompenasasinya , mungkin anda tak akan lagi menemukan rasa biasa dari jalan-jalan siang, tapi sensasi luar biasa dijalan-jalan malam.(Dewiyatini/"PR")***

Pikiran Rakyat Edisi 24 Juni 2012

Selasa, 05 November 2013

[Kolom Wisata Mistis] ME Asia Magazine Edisi bulan Oktober : Meluruskan Benar Tidaknya Kisah Mistis di Masyarakat

Meluruskan Benar Tidaknya Kisah Mistis di Masyarakat
MEasiaMagazine.net – Melatih keberanian bisa bermacam cara. Bisa ikut kegiatan olahraga ekstrim, memelihara binatang eksotik, atau mengunjungi tempat-tempat angker. 
Mengunjungi tempat angker? Iya, itu betul! Anda bisa melatih keberanian melalui cara ini, tapi tidak sendiri. Sebab ada komunitas yang sudah berdiri dua tahun lalu dan siap menjadi teman uji nyali.
Awal terbentuknya komunitas ini sebenarnya hanya iseng. Sekelompok masyarakat yang suka dengan kisah-kisah misteri saling berkumpul dan berbagi cerita tentang tempat-tem
pat angker di Bandung, Jawa Barat. Ya, kelompok ini memang berbasis di Bandung. Tapi anggotanya tersebar di beberapa kota di Indonesia. Mereka saling janjian untuk pergi ke tempat-tempat yang telah disepakati bersama.
“Awalnya cuma iseng dan  tidak terkonsep. Lama-lama banyak yang tertarik  dan  ingin gabung untuk ikut mengunjungi tempat-tempat urban legend lainnya.  Setelah itu kami memutuskan untuk membentuk konsep, visi dan  misi, serta membuat struktur  organisasi agar bisa  jadi wadah bagi  teman-teman yang tertarik  dan  memiliki hobi yang sama,” jelas Iman Abdul Rahman, Ketua Umum Komunitas Wisata Mistis (Wismis), sekaligus pengelola www.WisataMistis.com kepada MEasia beberapa waktu lalu.
Setelah beberapa kali berkumpul, Komunitas  Wisata Mistis berdiri secara resmi pada 10 April 2011. Ketika itu didirikan oleh Sepfian Herdyanto, Alan Actanto  dan Baruna Bagaskara. Jumlah anggota Komunitas Mistis ini sekarang tercatat 200an orang, belum  termasuk anggota pasif. Anggota yang aktif berjumlah 50-60 orang. Selain dari Bandung, anggota Komunitas Mistis kebanyakan berasal dari Riau, Medan, Tangerang, Banten dan Bali. Hampir seluruh anggota Komunitas  Mistis adalah pria, yang rata-rata merupakan mahasiswa dan karyawan.
Seluruh anggota ini berkumpul secara berkala untuk melakukan kegiatan bersama. “Mereka berpetualang, menginvestigasi bersama dan  meluruskan mitos atau misteri yang  berkembang di masyarakat. Dan melalui kegiatan ini kami ingin meluruskan mitos-mitos yang  tidak benar setelah kunjungan lapangan. Apabila cerita-cerita seram yang beredar di masyarakat tidak benar, tentu  bisa  segera diluruskan,” jelas Iman.
Beberapa kunjungan yang pernah dilakukan antara lain wisata mistis ke sebuah pool bus di Gede Bage-Soekarno Hatta, kota Bandung. Masyarakat kawasan ini menyatakan sering mengalami gangguan makhluk halus. Dan hal ini mungkin  bukan isapan jempol, sebab sesosok wanita berpakaian putih tertangkap kamera salah  satu peserta.
Ada lagi kunjungan lainnya, yaitu ke sebuah bengkel tua di Bandung, dimana lokasi ini merupakan tempat pembuangan bangkaibangkai kendaraan, yang banyak diantaranya pernah terlibat kecelakaan. Berbagai kisah penampakan sering disampaikan masyarakat sekitar.
BERTEMU HANTU BUKAN TUJUAN UTAMA
Tak cuma sekadar datang ke lokasi yang disebut masyarakat angker, kelompok wisata mistis juga memiliki misi dan visi khusus, yaitu memperkenalkan situs-situs bersejarah di daerah-daerah tertentu. Sebab seringkali lokasi-lokasi yang disebut masyarakat angker justru memiliki nilai historis tinggi. Tidak semua situs itu ternyata “berhantu”.
“Tentu pada dasarnya tujuan utama kami bukan berburu hantu, tapi lebih tertarik  pada cerita/urban legend di tempattempat tertentu, yang  akan kami ungkap melalui investigasi langsung di lapangan. Tidak semua mitos berkaitan dengan mahkluk gaib, sehingga kami juga bermaksud untuk meluruskan mitos-mitos yang  tidak benar,” Iman menambahkan.
Artinya, banyak kisah mistis yang beredar di masyarakat hanya sebatas cerita yang disertai  bumbu-bumbu seram, sehingga membuat orang penasaran. Hal ini menjadi salah  satu tantangan Wismis untuk mengungkapnya. Dan jika terbukti tidak ada, maka mereka akan  menjelaskan yang sebenarnya kepada masyarakat.
Pembelajaran lain yang bisa didapat dengan menjadi anggota Wismis adalah mereka bisa mengasah keberanian. “Kami dilatih untuk belajar menghadapi rasa takut, terutama pada diri sendiri. Selain  itu, jika benar mahkluk gaib  itu memang ada di suatu tempat, maka kami juga berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengkultuskannya. Bahwa mereka memang ada, benar, tapi bukan untuk dikultuskan atau ditakuti,” jelas Iman lagi.
Setiap akan  melakukan kunjungan ke kawasan mistis, tim Wismis selalu merencanakannya dengan matang. Tidak serta-merta menuju  lokasi. Ada survei awal yang dilakukan beberapa hari sebelum ekspedisi. Survei ini sekaligus kegiatan mengurus perizinan pada pihak terkait, cek situasi dan rute perjalanan.
Penelusuran situs pasti akan  dipandu oleh narasumber, kuncen, atau  tokoh  masyarakat di lokasi yang bersangkutan. Bagi beberapa peserta yang mau melakukan mediumisasi (berkomunikasi dengan mahkluk gaib secara metafisik) juga diperbolehkan. Tentu setelah semua prosedur perizinan dilakukan dan diperbolehkan.
MELAKUKAN KEGIATAN SOSIAL
Demi menjaga kekompakan, Komunitas  Wisata Mistis mengadakan pertemuan secara berkala. Adapun jadwal kumpul mingguan adalah setiap Kamis (malam Jumat) dan jadwal ekspedisi  dilakukan setiap Sabtu (malam minggu). Di acara kumpul mingguan ini, selain membicarakan tentang agenda kunjungan, juga mengenalkan para  anggota baru. Sedangkan kegiatan kumpul di malam Minggu lebih fokus pada rencana ekspedisi, terutama pada hal teknis  persiapan.
Untuk bisa ikut serta dalam komunitas ini tidak sulit. Calon peserta bisa mendaftar melalui pendaftaran online yang tersedia di web. Dan ada  iuran keanggotaan, sebesar Rp 5000 per minggu,” ujar Iman lagi.
Tak cuma mengunjungi tempat mistis, Komunitas  Wisata Mistis juga memiliki kegiatan sosial. Secara berkala para anggota Wismis bergabung dengan komunitas lain untuk melakukan kegiatan sosial. Salah satu kegiatan sosial yang pernah dilakukan adalah membersihkan Sungai Cikapundung beserta masyarakat. Atau acara bakti sosial lainnya, yang rutin dilakukan adalah memberikan sembako (sembilan bahan pokok) atau  pakaian layak pakai bagi masyarakat yang memerlukannya.
Intinya, semua kegiatan tidak bisa dilakukan begitu saja. Komunitas  ini bertujuan untuk  memberikan panduan tentang bagaimana seseorang harus menyikapi kisah-kisah mistis yang berkembang di masyarakat. Jangan sampai kisah-kisah ini tumbuh dan berkembang tanpa dasar yang jelas.
[ME] Nessy  Febrinastri / Foto: Istimewa.

Sumber : ME Asia Magezine

Minggu, 07 Juli 2013

Jakarta Globe : Touring the Supernatural and Haunted Sites of Bandung

The jakarta Globe : Edisi 7 Juli 2013
Features and Travel
Bandung is known as the capital of West Java, Indonesia’s fourth largest city, home to endless rows of shops and restaurants and picturesque buildings and landscapes earning it the nickname “The Paris of Java.”

But there is another side to the city, a much darker one. Scattered around Bandung are old buildings dating back centuries and areas that most try to avoid after dark, said to be occupied by tormented spirits from the past.

In the past two years, the ghosts seem to have grown more restless than before, their realms increasingly frequented and disturbed by a group of intrepid people participating in the latest holiday craze, “Wisata Mistis” (Mystical Tour).

Dadi Setiadi Suarsa, Wisata Mistis’s secretary, said that the community started in April 2011 as a simple discussion on the popular online forum Kaskus, asking people if they knew of any haunted places in Bandung. The topic proved to be popular among Kaskus users, generating hundreds of replies and comments.

One user told of numerous sightings of a Japanese soldier inside a cave in Juanda Park, where the Japanese used to torture prisoners during World War II. Another left details about a student who killed herself at her State Senior High School (SMAN) No. 5. There was also a post about a bodiless head on Jalan Cipaganti, and another about a boy who died from an accident haunting motorists on Jalan Babakan Siliwangi. The list goes on.

“It got us curious. We want to know whether the stories are true or not. We want to be able to prove or disprove these urban legends,” Dadi said, adding that the tour started informally as a group of five friends who were curious about probing the myths.

The group then started to upload photos and stories of their expeditions on Kaskus, which generated interest and saw the tour group expand to dozens of people.

“Now for every expedition we limit the number of participants to between 30 and 50 people. We have to establish a quota based on how spacious the places we’re visiting are,” Dadi said.

So far, the group has visited more than 20 places in Bandung that Kaskus users believe are haunted, he said. While users have suggested that there are many more haunted buildings in Bandung, the biggest hurdle is accessing them.

Most of the buildings, Dadi said, date back to the Dutch colonial rule which were taken over by the government after independence. Permits are required to gain access into these properties, most of which are abandoned, but the city has been reluctant to issue any.

“What we’re actually doing is promoting some of Bandung’s iconic buildings,” Dadi said, adding that most participants came out of the tour with a newfound appreciation of not only Bandung’s supernatural scene but also its heritage sites. “We want to tell the government that there is a real tourism potential in activities like this.”

Iman Abdulrahman, chairman of the group, said that part of the appeal was the fact that joining was easy. Participants only need to be aged 17 or older, or they can show a letter of consent from their parents to join one of the tours, which are staged every weekend. There is no tour charge, but participants are required to pay for their own food, admission fees and transport.

Surging demand has forced the community to be more organized with the tours, including seeking the help of mediums to ward off the evil spirits that the participants claim can get aggressive and hostile at times.

“There are people tasked with healing, protection and communication with the spirits,” Iman said. “But no one in the team is tasked with counter-attacking the spirits.”

Partawijaya, one of the members of the tour’s “metaphysical team,” said that participants were sometimes attacked and ended up being possessed or passing out. But he claimed that the spirits meant the participants no harm.

“They just like to play practical jokes on people,” he said.

One participant, Yuliana, said she was reluctant at first to participate when her friend asked her to join a tour to the statue of a the Dutch missionary H.C. Verbraak, which is said to be haunted. “Now I’m hooked because I’m curious about learning about other places,” she said.

Iman said that there were many people like Yuliana who were at first afraid to join. “Once they participate they can scream together, laugh together, share stories with one another. They bond with their friends. That’s why a lot of people join us again and again. It’s because of the fun,” he said

Selasa, 25 September 2012

Kolom Wismis On SINDO : Usung WISATA MISTIS sebagai Hiburan




Hal-hal yang berbau mistis bukannya menjadi momok, tapi justru dikejar. Itulah komunitas Wisata Mistis yang berniat menjadikan Bandung sebagai destinasi wisata mistis sebagai alternatif wisata hiburan. 

Ada berbagai cara untuk menonjolkan kota tercinta sehingga menjadi tujuan wisata yang mampu menarik minat wisatawan. Cara cukup unik ditempuh komunitas ini, yakni dengan mengangkat berbagai kisah mistis maupun mitos yang menghinggapi suatu lokasi sehingga menjadikannya sebagai wisata mistis yang sensasional.

”Dari kisah mistis atau mitos yang berkembang di masyarakat tentang suatu tempat, kami datangi untuk membuktikan kebenarannya. Peminatnya pun cukup banyak,” kata Iman Abdul Rahman, Ketua Umum Wisata Mistis (Wismis). Lewat berbagai ekspedisi yang dilakukan setiap hari Sabtu, dua pekan sekali, komunitas ini mengunjungi, di antaranya Goa Belanda yang berada di Dago Pakar, Taman Hutan Raya Ir H Djuanda, Babakan Siliwangi, hingga Taman Maluku yang seluruhnya ada di Bandung.

Komunitas yang didirikan pada 10 April 2010 ini memang berpusat di kota kembang. Ternyata ekspedisi ke lokasi-lokasi urban legend ini banyak mendapat sambutan positif dari sesama penyuka misteri. Sampai saat ini anggotanya sudah mencapai lebih dari 200 orang. ”Tapi yang aktif kopdar (kopi darat) hanya 30 orang,” ucap Iman.

Kegiatan lain Wismis adalah menggelar kopdar yang diberi nama kongkow, setiap hari Rabu pukul 20.00 WIB di Jalan Ganesha. Lantas, apakah pernah melihat suatu penampakan dalam ekspedisi yang dilakukan? ”Masing- masing anggota mengalami pengalaman berbeda-beda. Ada yang melihat sekelebat, ada juga yang merasakan sensasi perubahan suhu di dekatnya.

Meski demikian, Iman menampik bahwa komunitas ini sekadar upaya melihat makhluk halus. ”Intinya kami hanya ingin saling sharing dengan kesamaan hobi misteri, investigasi, dan meluruskan misteri yang berkembang. Apakah benar seperti yang diceritakan. “Juga menggiatkan Wismis siapa tahu bisa menarik wisatawan,” imbuhnya. ● sri noviarni

Sumber : Harian Seputar Indonesia Edisi 25 September 2012

Minggu, 15 Juli 2012

Kolom Wisata Mistis on Tempo : Memburu Mitos Hantu Bandung


Lampu senter yang mengantar rombongan masuk Gua Belanda di hutan Dago Pakar, Bandung, malam itu, sengaja dimatikan. Suasana mendadak hening. Dalam gelap yang pekat itu, beragam suara terdengar bergantian. Awalnya, bunyi geraman hewan buas, lalu desis seperti ular, kemudian suara orang melangkah memakai sepatu bot.
“Jelas banget. Suaranya seperti menempel di kuping,“ kata Aufi Sillah, 20 tahun.
Jantung mahasiswa Institut Manajemen Telkom Bandung itu semakin berdebar ketika kepalanya terasa dielus dua kali. Ia menyangka itu ulah iseng tiga temannya. Namun, ketika ditanya sekeluarnya dari terowongan itu, teman-temannya tak ada yang mengaku. Kejutan itu dialami Aufi saat pertama kali ikut ekspedisi Komunitas Wisata Mistis ke Gua Belanda pada 26 Mei lalu.
Berselang dua pekan, Aufi kembali ikut perjalanan malam ke Gua Jepang yang lokasinya tak jauh dari Gua Belanda. Saat itu rombongan heboh karena seorang peserta perempuan sempat kerasukan. Walau mengaku takut hantu, Aufi malah penasaran. ”Ada sensasi tersendiri, acaranya jadi bikin ketagihan,” katanya, Jumat lalu.

Jenis wisata yang tak biasa itu digelar secara rutin oleh Komunitas Wisata Mistis tiap dua pekan sekali pada Sabtu malam. Perjalanan yang dimulai pukul 20.00 hingga pukul 02.00 dinihari itu menyambangi sebuah lokasi yang dianggap angker dan berbau mistis di Bandung. Paling tidak, lokasi itu sempat menjadi topik panas di forum obrolan Kaskus.co.id sejak setahun terakhir.
Tak puas berbincang di dunia maya, tujuh orang anggota forum itu memutuskan bertemu langsung. Lokasinya di depan SMA 3 Bandung, di Jalan Belitung, pada pukul 21.00. Mereka ingin membuktikan mitos hantu Noni Belanda bernama Nancy.
Kabarnya, si hantu suka muncul di lantai dua gedung sekolah itu, tepatnya di kelas yang lampunya menyala dan jendelanya terbuka. Kelas itu bisa terlihat dari jalan raya di depan sekolah, sehingga mereka tak perlu masuk. ”Tiga orang dari kami bisa melihatnya di sekolah itu,” kata salah seorang pendiri komunitas itu, Baruna Bagaskara, 23 tahun.
Perjalanan pada 10 April 2011 itu kemudian dijadikan tonggak pendirian Komunitas Wisata Mistis. ”Tujuannya untuk membuktikan mitos hantu di Bandung, karena suka banyak cerita yang enggak benar,” ujar Sekretaris Komunitas, Dady Setiadi Suarsa, 21 tahun.
Lokasi wisata yang akan didatangi mereka tentukan dari kongko rutin tiap Rabu malam. Tempatnya di warung tenda angkringan seberang gerbang kampus Institut Teknologi Bandung di Jalan Ganesha. Acara kumpul-kumpul itu terkadang berpindah ke Warung Indung Jalan Riau, mulai pukul 20.00. 
Tempat yang telah dikunjungi, selain ketiga tempat di atas, adalah terowongan air Sungai Cikapundung Sang Hyang Tikoro. Selain itu, ada ekspedisi khusus. Misalnya, membuktikan hantu anak kecil dan mitos boneka di jembatan Sungai Cikapundung dekat hutan kota Babakan Siliwangi. Juga kisah sumber mata air Sumur Bandung dan pohon beringin angker di Jalan Ciumbuleuit dan di belakang Gedung Sate.
Awalnya, perjalanan rombongan ini hanya bermodalkan nyali. Sejak awal 2012, pengurus merancang wisata mistis lebih serius. Sebelum rombongan tiba, tim metafisika diutus untuk sowan dan melakukan pendekatan ke penghuni gaib di lokasi. Biasanya mereka berbekal dupa atau kemenyan. Tim itu bertugas menjaga keamanan dan keselamatan peserta dari gangguan makhluk gaib. Panitia juga menyiapkan tim medis.
Siapa pun yang berminat, ujar Dady, bisa ikut bergabung wisata gratis ini tanpa harus menjadi anggota. Khusus bagi anak berusia 17 tahun ke bawah, harus disertai surat izin dari orang tua. Soal biaya, pada lokasi tujuan tertentu seperti di tempat wisata, panitia hanya menarik iuran Rp 13 ribu untuk patungan membayar pencerita dan uang parkir.
Anggota komunitas itu kini berjumlah 200 orang lebih. Umumnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kini konsep, aturan, dan standar keamanan Komunitas Wisata Mistis itu diminati kelompok minat serupa di berbagai daerah. Komunitas yang terbentuk, misalnya, Wisata Mistis IPB Bogor, Wisata Mistis Sumedang, dan Wisata Mistis Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Ke depan, jenis wisata mistis itu rencananya akan dikembangkan bagi kalangan khusus, misalnya karyawan perusahaan yang beberapa kali telah meminta diajak berwisata. ”Komunitas itu bisa membuat kesan mistis yang menakutkan jadi acara seru,” ujar Aufi Sillah. Berani ikut? (L ANWAR SISWANDI)

Sumber : Koran tempo Edisi,15 Juli 2012 (Memburu Mitos Hantu Bandung)

Kamis, 07 Juni 2012

Kolom Wisata Mistis on Bandung Ekspres : Hindari Nyebut Lada


Gua Belanda? Siapa sih nggak tahu gua yang berlokasi di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Dago Pakar, Bandung. Gua tersebut adalah semacam lubang berbentuk lorong memanjang yang pernah dipakai tempat persembunyian para penjajah Belanda pada waktu itu.

Seiring berjalannya waktu, Indonesia bebas dari segala bentuk penjajahan. Dan sisa dari perjuangan yang ada, salah satunya diukir di gua Belanda ini sob. Sayangnya, nilai sejarah yang panjang di gua Belanda, seiring berjalan muncul nilai mistik di lokasi tersebut.
Penasaran kan? Apa yang membuat orang-orang menyebut gua tersebut angker? Dari pada penasaran, langsung aja yuk

kita simak penelusuran team Wismis (Wisata Mistis) yang tertarik sekali untuk melakukan ekspedisi ke gua Belanda.


Gua Belanda yang dibangun pada 1918, pada awalnya berfungsi sebagai terowongan PLTA Bengkok. Namun, berhubung perbukitan Dago Pakar merupakan kawasan yang sangat menarik bagi strategi militer Hindia Belanda—lokasi yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung—maka menjelang perang dunia II pada awal 1941 militer Hindia Belanda membangun stasiun radio telekomunikasi yang menjadi pusat komunikasi rahasia tentara Belanda. Nah, dulu tuh, lorong utama gua Belanda tembus air PLTA dengan tinggi lorong tiga meter.

Pada zaman kemerdekaan, gua Belanda ini dimanfaatkan sebagai gudang mesiu. Dan setelah merdeka, gua Belanda dapat dimasuki dengan aman dan bahkan sebagai salah satu obyek wisata yang berada di Taman Hutan Ir Djuanda, Bandung.

Namun karena banyaknya mitos, Wisata Mistis beberapa hari yang lalu berangkat menuju gua belanda diikuti oleh kurang lebih 40 orang peserta yang terdiri dari anggota Wismis, partisipan dan juga turis dari negeri Jepang.

Tepat Pukul 21.30, kegiatan dimulai dengan diawali briefing bersama, bertujuan untuk menjelaskan peraturan selama kegiatan berlangsung dan tidak lupa berdoa bersama. Ekspedisi kali ini, didampingi guide sebagai penutur jalan, sekaligus sebagai narasumber.

Suasana mulai mencekam, saat team melakukan perjalanan menuju gua, sebab kita harus melewati jalan yang gelap dan sepi yang ditumbuhi pepohonan besar dipinggir-pinggir jalan menuju lokasi.

Arif sebagai guide menuturkan ada mistik yang cukup kental dan menjadi pantangan bagi siapapun yang mau masuk ke gua Belanda. “Di sini ada mitos, kita nggak boleh menyebutkan salah satu kata dalam bahasa daerah yaitu ladaatau dalam bahasa Indonesia yaitu Pedas. Karena  kata lada itu merupakan sebutan atau nama dari salah satu tokoh masyarakat atau leluhur di daerah tersebut yang sangat dihormati dan namanya pun disakralkan oleh masyarakat setempat. kalau kita bicara kata itu, saat berada di Dago Pakar suka kejadian hal-hal mistis atau orang yang ngomong kata itu akan sial, ” katanya sambil menceritakan pernah salah satu acara stasiun televisi swata mengadakan uji nyali ke gua Belanda, tidak ada satu orang yang berhasil dan tidak lebih dari satu jam mereka sudah menyerah.

Mendengar penuturan tersebut membuat Team Wisata Mistis makin penasaran. Sesampainya, dilokasi Gua Belanda. Team mencoba masuk ke dalam gua bertujuan agar para peserta lebih merasakan aura di dalam gua dan hal Mistis apa saja yang terjadi di gua Belanda tersebut dari segi metafisik.

Pertama, team membagi kelompok. Tiap kelompok tujuh peserta dan didampingi tiga team metafisik yang bertugas mengawasi dan memberikan penjelasan dalam segi metafisk dan juga di bantu team dokumentasi.
Team Metafisik Deri (22) sempat menjelaskan  tentang keadaan di dalam gua. ”Dilihat dari segi metafisik terdapat mahluk hitam, berbulu yang membuat nyali kita menciut bila membayangkannya, selain itu sering kali terdengar suara langkah kaki serta ada peserta yang memang merasakan atau sekilas melihat suatu sosok hitam melintas, beberapa peserta ada yang melihat sosok nenek, serta ada yang kepalanya merasa dielus dan juga ada yang melihat bayangan tinggi hitam, ” ujarnya.

Salah satu Team Metafisik, mencoba berinteraksi dengan salah satu penunggu di goa tersebut. Dadi menuturkan, ”Mahluk ini bilang bernama Saridah, tewas saat dipaksa untuk bekerja dalam pembangunan gua, Saridah bercerita dalam keadaan menangis karena saat ia bekerja ia tidak dibayar sekalipun makan, ia hanya makan makanan sisa, “ tuturnya sembari bercerita sedikit setelah dia sadar.
Dia kemasukan makhluk lain. Tapi Deri, bertindak cepat, jadi Dady tidak apa-apa.

kegiatan terakhir, dilakukan dengan diakhiri dengan berdoa dan berfoto bersama menandakan acara kegiatan Wisata Mistis Untuk Ekspedis kali ini di Dago Pakar Goa belanda selesai. Tunggu ekspedisi selanjutnya ya. (wismis)

Edisi Kamis,7 Juni 2012

Kamis, 03 Mei 2012

Kolom Wisata Mistis on Bandung Ekspres : History Pohon di Ciumbulueit

History Pohon di Ciumbulueit


Sobex tau ngga?? Kalau di Bandung banyak sekali tempat yang menurut masyarakat angker dan salah satunya yaitu Pohon yang berada di daerah Ciumbuleuit.
Konon tempat tersebut memiliki mitos dan juga histori yang terkenal dimasyarakat lhoo. Nah mendengar tempat tersebut memiliki mitos. Komunitas Wisata Mistis ini sabtu (28/04) kembali melakukan investigasi dan mengungkap mitos-mitos yang terjadi disalah satu tempat yang terletak  di daerah Ciumbuleuit Kota bandung.
Dari sejarahnya, tempat ini adalah masa pemerintahan Ir Soekarno dan sering dipakai tempat peristirahatan Ir Soekarno jika sedang berkunjung di Bandung lalu berahli tangan ke salah satu Perusahaan Swasta dibidang Farmasi  untuk dijadikan lahan perumahan.
Setelah kepemilikan berpindah tangan, bangunan tua itu dihancurkan untuk dibangun perumahan namun sayang sampai lahan tersebut belum dibisa di bandun perumahan akbiat ada sebuah pohon beringin tua yag menghalangi lahan tersebut. Banyak sekali orang-orang sekitar yang mencoba untuk menebang pohon tua yang panjang nya 10 meter dan lebar kira-kira 4meter tersebut.

Semua yang dilakukan warga sia-sia, bahkan alat berat yang akan menghancurkan pohon itu tersendat alias macet hingga terperosok ke dalam  tanah dan sekitar 2minggu baru bisa ditarik keluar. Lalu salah satu bungkerdisalah gunakan oleh masyarakat untuk meminta nomor togel ditambah lagi warga yang tinggal dibelakang lahan tersebut sering menemukan wanita berbaju putih terbang, hantu tanpa kepala, tuyul dan bahkan bapak dari keluarga tersebut pernah memergoki tuyul memasuki rumah-rumah warga dan larinya ke lokasi  tersebut dan tak jarang para pekerja yang membangun rumah didepan bangunan tersebut mengalami kecelakaan pada hari Selasa dan Kamis saja.

Dengan info tersebut, team wisata mistis langsung memulai investigasi ke tempat tersebut tepat pada pukul 23.00 wib sesampainya dilokasi hawa terasa berbeda begitu panas padahal tempat itu tergolong terletak di datar tinggi. Buluk kuduk pun mulai berdiri ketika sekelebat bayang hitam yang berlalu lalang disekitaran team wisata mistis, tetapi kami tetap melanjutkan investigasi.

Setelah investigasi selesai, Akhirnya team wisata mistis mendapat kesimpulan berdasarkan pandangan metafisik pohon beringin itu memang susah ditebang diakibatkan pohon tersebut dihuni oleh mahluk gaib yang sudah lama menempati lahan tersebut dan secara histori memang ada benar juga mengapa kita tidak boleh menebang  pohon tersebut sebab pohon tersebut  merupakan salah satu saksi bisu dari sejarah yang ada dan  sangat berarti, jika ada orang yang menebang pohon itu hilang sudah bukti dan saksi bisu dari sejarah perjuangan dahulu dan generasi muda pun tidak akan mengenal sejarahnya. Namun, bila dilihat dari sisi logika dan metafisik tentang bungker ini memang adalah murni dari orang yang mengambil jalan pintas dalam mencari rezeki. Padahal itu adalah cara yang salah, oleh karna itu tempat tersebut perlu penanganan agar fungsinya tidak disalah gunakan. (wismis)



SUMBER

Kamis, 26 April 2012

Kolom Wisata Mistis On Bandung Ekspres : Pengalaman Wisata Mistis di Jalan Siliwangi



Hai sob,masih inget sama komunitas wisata mistis yang minggu kemarin sempat kita bahas sedikit tentang komunitas ini,ya komunitas yang di dirikan oleh sepfian herdyanto dkk ini pada tanggal 10/04/2011 selasa kemarin genap merayakan hari jadinya yang pertama dan tepat pada sabtu 31 Maret 2012 Team wisata mistis juga sempat melakukan investigasi untuk menguak Mitos yang beredar ditikungan  Jalan Babak siliwangi yang dikenal cukup angker dan rawan kecelakan,banyak mitos yang sering beredar di tempat ini  salah satu yang paling terkenal  adalah soal Hantu anak kecil,konon kata masyarkat sekitar kecelakan yang sering terjadi di tikungan ini disebabkan olah hantu anak kecil penunggu lokasi tersebat. Apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini sehingga hantu anak kecil sering menggangu di tempat tesebut?

konon berdasarkan narasumber yang didapatkan team wisata mistis pada saat itu sempat terjadi kecelakaan tabrak lari yang menimpa uci gadis kecil yang berusia 2 tahun berserta keluarganya pada tahun 1981, kecelakanan itu terjadi pada saat uci dan keluarga akan menyebrang tiba-tiba di kagetkan dengan mobil yang melaju sangat kencang dari arah cihampelas sontak supir pun tidak bisa berbuat banyak karena kecelakan yang terjadi ditikungan jalan babakan siliwangi yang mengakibat uci dan keluarga terpental dan jatuh tersungkur ,uci mengalami luka yang cukup parah ,sedangkan supir melarikan diri pada saat kejadian. Selama dalam perawatan di salah satu rumah sakit swasta, uci terus mengigau mencari boneka kesayangannya. Pada saat kecelakan boneka tersebut dalam dekapannya. Keluarga uci pun berusaha untuk mencari boneka kesayangannya tersebut. Namun tidak pernah ditemukan, seminggu setelah perawatan, Uci kemudian koma dan meninggal dan warga yang mengetahui kejadian tersebut menggantungkan sebuah boneka di sebuah pohon pas tikungan, sebagai simbolis mengingat kejadian tersebut. 

Berdasarkan info yang didapatkan akhir team wisata mistis melakukan investigasi,mulai dari berinteraksi dengan masyarakat sekitar kita juga berinteraksi dengan mahluk gaib penunggu tempat itu dan mendapat kesimpulan baik secara baik secara logika dan supra. Dapat disimpulkan Faktor yang membuat para pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan kemudian kecelakaan, dikarenakan jalan tersebut ialah tikungan menurun dengan permukaan jalan yang  tidak rata dan penerangan jalannya kurang. Bisa saja faktor tersebut  yang membuat para pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan  kemudian kecelakaan. 

Sedangkan dari kaca mata supra, kejadian tersebut dikarenakan oleh keisengan penunggu yang disana itu pun akibat manusia yang lalai dalam mengendarain kendaraannya yang mengakibat mahluk gaib dapat mengganggu secara pandangan dan juga konsentrasi. sedangkan perwujudan “anak kecil “bukan lah uci yang selam ini sering di ceritakan melainkan mahluk gaib yang menyerupai uci lah yang selama ini menampakkan diri membuat  masyarakat sekitar mencampur adukkan permasalahan tersebut dan mengaitkannya dengan sejarah kejadian kecelakaan disana yang mengakibatnya jadilah suatu opini yang menyeramkan, bahkan boneka yang di gantungkan pada sebuah pohon itu untuk meredam arwah uci agar tidak menganggu adalah akibat opini yang tersebutdan sampai saat ini boneka tersebut pun telah hilang ditelan zaman dan tidak tampak lagi diatas pohon pas tikungan jalan siliwangi. pada dasar sagela kejadian kecalakan yng sering terjadi di akibatkan oleh kelalaian manusia sendiri bukan akibat mahluk halus,dan sbenarnya mahluk halus hanya dapat mengganggu manusia yang lalai saja pada waktu mengendarai kendaraan.oleh sebab itu berwaspadalah saat berkendaraan.berdoalah sebelum beraktifitas agar dihindari dari segala marah bahaya. Dan sampai jumpa di cerita- cerita wisata mitsis berikutnya dalam menginvestigasi mitos dan tempat-tempat yang berada di kota bandung dan sekitarnya.(*wismis)
 
Sumber : http://bandungekspres.com/id/2012/04/20/pengalaman-wisata-mistis-di-jalan-siliwangi/