Advertisement

Advertisement

Tentang Wisata Mistis

Wisata Mistis adalah sebuah wadah perkumpulan atau komunitas yg memiliki kesamaan hobi dan minat, yaitu bertualang,menginvestigasi dan melurusakan misteri-misteri yg beredar di wilayah Bandung dan Sekitarnya. Komunitas ini didirikan pada tanggal 10 April 2011.

Ekspedisi Wisata Mistis "Menguak Sisi Mistis Keindahan Tebing Keraton"

komunitas wisata mistis kali ini mengadakan ekspedisi ke salah satu tempat dataran tinggi di bandung utara, bisa di bilang kawasan wisata ini baru di kenal karena keindahaan panoramanya. Di tempat itu kita bisa melihat hamparan pohon pinus layaknya permadani, tempat itu dikenal dengan Tebing Keraton

Ekspedisi Sumedang 1001 Misteri Museum Geusan Ulun dan Gunung Kunci

Kabupaten yang terkenal dengan tahu sumedangnya yang gurih dan nikmat ini, ternyata menyimpan beribu-ribu misteri didalamnya.

Menelisik Lebih dalam soal Patung Pastor Verbraak Taman Maluku

Menelisik lebih jauh soal keberadaan Patung Pastor ditaman Maluku, Bandung. Taman yang juga menjadi menjadi salah satu paru-paru Kota Bandung ini menyimpan sebuah kisah simpang siur soal ke beradaan Patung Pastor Verbraak

EKSPEDISI WISATA MISTIS "MENELISIK MISTERI DAN SEJARAH DI DALAM GUNUNG PUNTANG"

Wisata Mistis mencoba melakukan ekspedisi ke salah satu lokasi di Bandung Selatan, lokasi ini sering termasuk dalam bumi perkemahan selain itu memiliki sejarah yang cukup tinggi, diantaranya terdapat bekas (runtuhan) bangunan radio pertama, serta sisa bangunan-bangunan lainnya yang merupakan bekas rumah pejabat belanda dulu, di sekitar lokasi juga terdapat Gua Belanda .

Merchant Partners
       
Welcome To The Mystical Travel Community (Wisata Mistis)

Our aim with Mystical Travel Community it can be a place where everyone could be together and establish a sense of brotherhood between each other (especially residents of Bandung) and also provide education about the history / history about a places and then a place where everyone could be able to share their information such as a spooky place / haunted / urban legend in The Bandung City.

Vision:

Creating a balance in life , and investigate an area that has a history , myth or urban legend of perspective Mystical Travel.

Mission:

1. To Develope mental and spiritual of every person who participated in the Mystical Travel , So get closer to God Almighty.

2. Investigate and unravel the mysteries and history among the people around.

3. Introducing the historical places that have a myth in an area in the Mystical Travel Themes.

Schedule Time & Type of Activity

1. Regular meeting ( kongkow routine )

ü Implemented on every Thursday night or evening friday

ü Activities when regular meeting were held

ü Introductions between new members , share an idea/info between a member ,discussing the other agenda of mystical travel ( Wisata Mistis)

ü It is held on

§ In: Angkringan Magelang, in front of the Gate of ITB, Jl. Ganesha (Salman Field ) Bandung, at. 08.00 p.m till finish.

§ On CFD (Car Free Day Dago) in front of RS Boromius.

2. Expedition (investigation)

ü Held every Saturday (once in 2 weeks ), for time and place customized.

ü (expedition can be followed with you if you follow Meeting ( kongkow ) or regular meeting every Friday night).

(nb: The above information may change at any - time with certain provisions)

Kamis, 18 September 2014

[Wista Mistis] Ekspedisi Wisata Mistis "Menelisik Misteri dan Sejarah di dalam Gunung Puntang"

Ekspedisi Gunung Puntung
Setelah ekspedisi ke Tebing keraton, kali ini Wisata Mistis mencoba melakukan ekspedisi ke salah satu lokasi di Bandung Selatan, lokasi ini sering termasuk dalam bumi perkemahan selain itu memiliki sejarah yang cukup tinggi, diantaranya terdapat bekas (runtuhan) bangunan radio pertama, serta sisa bangunan-bangunan lainnya  yang merupakan bekas rumah pejabat belanda dulu, di sekitar lokasi juga terdapat Gua Belanda , yaa semua itu ada di lokasi Gn. Puntang

Tim tertarik melakukan ekspedisi karna banyak cerita seta ingin mengungkap tentang sejarah dan informasi dari Gn.Puntang, ada yang mengatakan Gn.Puntang tidak lepas dengan sejarah dari kerajaan sunda (padjadjaran) dahulu.

Di hari minggu ( 14 September ’14) kita berkumpul di meetpoint yang telah di tentukan sebelumnya saat Kongkow WisMis, kita berkumpul mulai dari pukul 14.00, sambil menunggu rekan yang lain semua melakukan persiapan (peralatan dan cek kendaraan), pada pukul 15.00 semua tim sudah datang dan kita pun berangkat menuju lokasi menggunakan motor (touring).

Jarak yang di tempuh ke lokasi sekitar 1 jam, akhirnya kita sampai di lokasi, kita pun melakukan pendataan untuk pembayaran tiket masuk ke lokasi, dari gerbang kita harus masuk lagi sekitar 1km dimana medan kali ini cukup berbatu, sehingga harus berhati-hati dalam berkendara, tibalah kita di tempat parkir, sambil menunggu malam tiba tim dan peserta  melepas lelah di warung.

Waktu sudah menunjuk pukul 19.00 ( Tujuh malam) dimulailah dengan melakukan breffing serta penjelasan peraturan saat ekspedisi dilakukan, tidak lupa berdoa bersama terlebih dahulu, setelah semua siap kami pun berjalan ke lokasi yaitu bekas (runtuhan) bangunan radio dan bekas kolam ( biasa di sebut kolam cinta), sepi dan gelap suasana malam itu mengiringi langkah tim dan peserta ekspedisi wismis kali ini.

Tiba di lokasi kolam, salah satu tim dari wisata mistis menjelaskan dari sisi supranaturalnya kalau di lokasi ini di dominasi sosok harimau (maung), ada sosok ular dan banyak juga sosok putri memakai kemben ( seperti dayang), saat penjelasan pun ada sosok harimau yang mengikuti dan menyentuh kaki dari salah satu tim yang memilki indra keenam, tapi di oleh tim lainnya di jelaskan tidak akan apa-apa dan tidak akan mengganggu

Sedangkan dari informasi sejarahnya dulu di tempat di bangun stasiun radio oleh warga belanda yang konon area pemancarnnya bisa mencapai belanda, dan bangunan ini runtuh di hancurkan oleh warga pribumi dulu yang bertujuan agar pihak belanda tidak datang kembali ke lokasi ini.

mungkin bagi warga bandung tidak asing dengan lagu “Halo-Halo Bandung” menurut penuturan dari salah satu anggota wismis, di tempat ini lahir (awal mula) dari lagu tersebut, di kisahkan ada seorang warga belanda yang mencoba menelpon ibunya di bandung, tapi hanya sebatas “Halo Bandung..” mungkin krna adanya gangguan.

Tim pun berjalan mendekati bekas runtuhan bangunan radio tersebut tapi kita tidak bisa masuk lebih jauh karna banyaknya ilalang yang tinggi, tim dan anggota mencoba menulusuri lokasi sekitar dan ada beberapa tim melihat sinar putih yang muncul dari dekat bekas bangunan tetapi sinar itu hilang kembali.

Kami memulai kegiatan “buka tirai” pada 5 anggota wisata mistis, kelima anggota di ajak ke salah satu tempat, setelah kelima anggota berkumpul dengan yang lain mereka mengatakan melihat tapi aga samar sosok tinggi hitam besar, ada salah satu anggota saat buka tirai melihat sinar berwarna biru.

Akhirnya tim memutuskan untuk mencoba melakukan mediumisasi berharap kita mendapatkan informasi dari tempat ini, mediator dari tim wismis sudah siap dan masuklah satu sosok laki-laki, sambil mengucapkan salam pada semua yang ada saat itu,

kami pun bertanya kenapa tempat ini di namakan Gn.Puntang?

ia mengatakan kata puntang dari bahasa sunda yaitu Muntang (Pegangan) dimana setiap manusia harus mempunyai pegangan dalam hidupnya, dia juga mengatakan kalau dahulu di salah satu tempat sering di jadikan tempat bertapanya raja/prabu di salah satu curug yang biasa kita kenal Curug Siliwangi, ia pun berpesan sebelum pergi agar senantiasa menjaga lokasi ini dan lingkungan, hutan, gunung karna manusia tidak bisa lepas dari pada itu semua.

Ada penuturan tambahan dari salah satu tim yang mencoba flashback ke masa lalu, dimana saat pembangunan tower pemancar banyak memakan korban pribumin, ada juga yang mencoba melawan menggunakan arit tapi ia terjatuh dan kepalanya mengahantam batu sungai, sedih yang dirasakan begitulah penuturan salah satu tim wisata mistis

Malam semakin larut kita pun berangkat menuju lokasi terkahir yaitu Gua Belanda, disini tim tidak bisa terlalu lama melakukan kegiatan mengingat besoknya kita mulai beraktifitas kembali, jadi kita hanya melakukan penulusaran dalam gua saja, untuk masuk dalam gua kita bagi menjadi per 5 orang, di dalam gua sangat lembab, serta bnyak genangan air sehingga jalan dalam gua menjadi becek, auranya sangat berbeda dengan lokasi awal, menurut warga dulu goa ini dipakai juga untuk penyimpanan barang (senjata).

Setelah selesai melakukan penulusuran dalam gua tim dan anggota berkumpul untuk dilakukannya cleansing, berguna untuk pengecekan kembali (membersihkan) aura negative yang menempel di tubuh peserta. Tidak lupa sebelum pulang kita melakukan dokumentasi bersama

Semoga dalam kegiatan kali ini kita bisa mengambil hikmah dan sisi positifnya,
itulah kegiatan Ekspedisi Wisata Mistis malam ini di Gn.Puntang,  dan informasi yang kita dapatkan semoga bermanfaat dan sampai jumpa di Ekspedisi Wisata Mistis lainnya di tempat yang berbeda ..

Rabu, 27 Agustus 2014

[Wisata Mistis] Ekspedisi Wisata Mistis "Menguak Sisi Mistis Keindahan Tebing Keraton"

Keindahan "tebing Keraton" di Pagi Hari
Setelah 1 bulan libur ekspedisi di bulan ramadhan, komunitas wisata mistis kali ini mengadakan ekspedisi ke salah satu tempat dataran tinggi di bandung utara, bisa di bilang kawasan wisata ini baru di kenal karena keindahaan panoramanya. Di tempat itu kita bisa melihat hamparan pohon pinus layaknya permadani, tempat itu dikenal dengan Tebing Keraton.

Mendengar dari namanya wismis pun mencoba mencari informasi seputar tempat itu ada yang mengatakan dinamakan tebing keraton karena ada keraton ghaib di tempat itu, dan akhirnya wismis pun melakukan ekspedisi untuk menguak sisi mistis dari keindahan Tebing Keraton.
Berkumpul di Meetpoint
Kami pun berkumpul di meetpoint yang telah di tentukan saat kongkow/kopdar wismis, peserta pun satu persatu berdatangan, dan kami pun berangkat ke lokasi sekitar pukul 21.00 di perjalanan menuju lokasi sudah sangat sepi, medan jalan yang kurang baik dan penerangan yang minim tidak membuat  kita menyerah malah makin penasaran dengan lokasi tebing keraton apalagi kalau kita datang di malam hari.

Tiba di lokasi kami di sambut oleh pa RT dan RW setempat, semua melepas lelah di warung yang sengaja buka karna sudah tau kalau wismis akan ekspedisi ke Tebing Keraton, kemudian kita berkumpul membentuk lingkaran besar untuk brefing dan doa bersama serta mendengarkan peraturan dalam berkegiatan Ekspedisi
Briefing Sebelum Ekspedisi di Mulai
Peserta yang mengikuti ekspedisi kali ini berjumlah 22 orang, tim wismis pun membagi peserta menjadi per 3 orang untuk masuk ke dalam lokasi Tebing Keraton dimana di dalam lokasi sudah menunggu salah satu tim , jalan setapak menurun dan pencahayaan yang minim membuat pemandangan Tebing Keraton menjadi berbeda.
Setelah semua peserta masuk dan berkumpul di tanah lapang, tim pun melakukan mediumisasi untuk mengetahui tentang lokasi. Kami duduk melingkar dan suasana mulai hening, mediator pun mencoba menarik sosok yang bisa di ajak komunikasi, tidak lama terdengar suara tawa dari mediator tapi tidak lama keluar lagi, dan mediator pun menjelaskan kalau sosok tersebut tidak akan banyak memberikan informasi, akhirnya di cari lagi dan kali ini yang masuk sosok laki-laki, ia pun mengucap salam dan menanyakan maksud kedatangan kita.
Penjelasan Informasi dari Penduduk sekitar
Kedatangan kita ke tempat ini untuk bersilaturahmi dan ingin tau tentang lokasi dari tempat ini, begitu yang di sampaikan tim pada sosok yang masuk tubuh mediator, sosok itu pun mengatakan memang ada keraton ghaib tetapi letaknya di bawah tebing, dan ia pun berpesan agar selalu menjaga tempat ini dari perbuatan negative serta tetap melestarikannya.

Ada warga ya itu pa ase yang berkesempatan ingin mencoba komunikasi dengan sosok laki-laki tersebut , dimana pa ase adalah orang yang menamakan tempat itu Tebing Keraton, tapi belum pertanyaan dilontarkan sosok laki-laki itu pun tertunduk dan memberi hormat pada pa ase, dan menyampaikan permintaan maafnya , kami semua heran dengan tindakannya,,dan tidak lama sosok laki-laki pun pamit.

Akhirnya kami pun mencoba melakukan mediumisasi sekali lagi kali ini mediatornya berbeda, dan yang masuk kali ini sosok yang berdiam di salah satu batu di lokasi, dia menceritakan kalau dulu tempat ini dijadikan lokasi pertapaan salah satu Prabu tapi lokasi tepatnya di bawah tebing ( yang ada curug), sama di akhir nya sosok itu pun menyampaikan agar kita semua ikut menjaga lokasi dengan tidak membuang sampah dan merusaknya, serasa informasi cukup sosok laki-laki itu pun keluar.

kegiatan pun di teruskan dengan sesi Uji Nyali ada 3 peserta yang berminat melakukan uji nyali, dimana uji nyali disini peserta di tinggal sendiri selama 15 menit tanpa penerangan, ke 3 peserta pun di tempatkan secara terpisah, di sisi lain para peserta yang menunggu mencoba bereksplore lokasi dan kita pun mendengarkan penjelasan dari warga setempat dimana dulunya nama lokasi ini Cadas Jontor biasa sering dilewati warga untuk mencari rumput, panorama di malam hari tidak kalah bagus saat di siang, di malam hari terlihat lampu2 rumah yang seperti bintang .

Ke 3 peserta uji nyali pun kembali dan berkmpul lagi dengan peserta lain, peserta pertama mengatakan  di belakangnya sekilas ada sosok laki2 berbaju putih melewatinya, sedangkan kedua peserta lainnya sama mereka melihat di atasnya melintas cahaya, itulah pengalaman baru bagi mereka yang uji nyali di Tebing Keraton.
Tim pun mengakhiri kegiatan dengan proses cleansing atau pembersihan peserta agar saat pulang tidak membawa sesuatu atau istilah lain “ketempelan”, di tutup dengan doa bersama dan tidak lupa kami pun berpoto bersama.
Wisata MIstis
Pelajaran yang bisa kita ambil kali ini mari kita jaga tempat dimana pun kita berada, dengan merawat dan melestarikannya hingga bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang, serta tetap berkesinambungan antar mahlukNya..

See You ^ ^
Sampai jumpa di Ekspedisi Wisata Mistis berikutnya dengan lokasi yang berbeda…

Rabu, 25 Juni 2014

[Wisata Mistis] Ekspedisi Wisata Mistis "Pabrik Tua" Bandung

29 Maret 2014 Wisata Mistis kembali melakukan Ekspedisi kali ini berlokasi di sebuah pabrik tua bandung, setelah tim wismis menunggu peserta yang lainnya kami pun berangkat ke lokasi , saat itu cuaca gerimis , satu persatu motor kami pun masuk ke kawasan pabrik untuk melakukan brieffing awal , sebelum kegiatan tim wismis melakukan doa bersama dan penjelasan rule dari kegiatan Ekspedisi Wisata Mistis , dan pada saat kita melakukan brieffing terdengar suara tangisan perempuan, ntah suara ini di dengar juga oleh yang lain … mengenai pabrik yang dijadikan lokasi ekspedisi ini didirikan disekitar tahun 1921 saat masa penjajahan belanda, dari penuturan penjaga pabrik itu menceritakan bangunan sebagian bangunan pabrik ini masih asli bawaannya dalam masih sama seperti  pada awal didirikan, dan menurut kabarnya dulu tempat ini di jadikan semacam kamp oleh tentara belanda. 

Saat akan melakukan kegiatan penulusuran hujan pun turun dengan lebatnya kami, tapi Alhamdulillah salah satu penjaga menyarankan untuk melakukan kegiatan di salah satu ruangan pabrik dimana ruangan itu pun memilki cerita mistis, kadang para pekerja sering mengalami gangguan ghaib salah satunya kerasukan, dan krna rasa takut itu juga tidak sedikit para pekerja yang mengundurkan diri. 

Kami pun berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh penjaga pabrik tersebut, ruangan ini merupakan salah satu ruang produksi areanya luas dan terdapat mesin-mesin dan bahan baku, ekspedisi kali ini aga terhambat karena hujan lebat sampai suara kami pun kurang terdengar jelas Kami pun melakukan sedikit perubahan dari urutan kegiatan, dimana kita langsung mecoba melakukan “buka tirai” dimana tim wismis mencoba menipiskan dimensi “mereka” agar terlihat oleh peserta yang berminat mengikuti kegiatan ini, perlu diketahui kegiatan buka tirai bukanlah membuka mata bathin/mata ketiga seseorang, jadi kegiatan buka tirai kami tidak menjamin “mereka “ bisa terlihat oleh kita, “buka tirai” dilakukan sebanyak 3 sesi dimana dalam 1 sesi diikuti oleh 5 pserta, menurut salah satu peserta yang ikut buka tirai melihat sosok anak kecil hitam yang berlarian dan juga melihat sosok tentara belanda membawa pedang, sedangkan peserta yang lain melihat sosok wanitu baju putih, di salah satu ruangan yang di gunakan untuk kegiatan buka tira.

Setelah kegiatan buka tirai selesai dilanjutkan ke penulusuran tempat yang di pandu oleh salah satu tim dari wisata mistis yang menjelaskan tempat dari sisi kacamata supranaturalnya, dengan pembagian menjadi 2 kelompok, di sisi lainnya salah satu peserta mencoba memvisualisasikan sosok-sosok yang ada di lokasi, dengan alat seadanya berupa bolpint dan secarik kertas ( hasil gambar bisa di lihat di grup FB wisata mistis). dan di luar dugaan salah satu tim terkena gangguan ghaib tapi Alhamdulillah bisa di netralisir oleh rekan tim lainnya.

Penulusaran pun di akhiri dan tim memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba merasakan aura sekitar dalam istilah trendnya “uji  nyali”, ada 1 orang  yang ingin mencobanya, oleh tim wismis di tempatkan di ujung ruangan kosong tanpa ada cahaya apapun selama 15 menit, setelah waktu yang diberikan berakhir tim menjemput kemudian menanyakan pengalaman peserta saat melakukan uji nyali, peserta mengatakan belum melihat apa-apa tapi memang auranya berbeda dan mendadak perut terasa mual, oleh tim wismis pun di lakukan penetralisiran terhadap peserta, kemudian kegiatan di teruskan dengan kegiatan “mediumisasi”.

Semua Peserta dan tim duduk melingkar, mediator duduk di tengah lingkaran dan bersiap memasukan salah satu “sosok” yang ada di lokasi untuk di coba melakukan interaktif, tidak lama “sosok” telah masuk terhadap mediator, salah satu tim wismis mencoba bertanya mengenai lokasi dan siapa yg masuk dalam tubuh mediator, sosoknya laki-laki, dia berkata dia sudah lama tinggal di lokasi di karenakan ingin menjaga tempat ini, mengenai fenomena kerasukan dan gangguan mistis itu di sebabkan oleh sosok ular ( setangah perempuan stngh ular) yang ada di lokasi, tapi bagi orang yang ibadahnya benar, dzikirnya benar gangguan seperti itu tidak akan ada, Cuma sosok laki-laki itu berpesan beribadahlah dengan benar dengan ikhlas bukan hanya ingin dilihat dan dipuji saja bila masih seperti itu maka gangguan-gangguan sperti itu akan mengenainya, secara tiba-tiba sosok laki-laki di mediator pun keluar dan sesi Mediumisasi pun berakhir.

Ekspedisi wismis di akhiri dengan pengecekan kembali keadaan peserta dan pembersihan dari aura negative yang menempel, akhirnya hujan pun reda, kami pun berkesempatan dulu melakukan poto bersama, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan sisi positif dari ekspedisi kali ini, dimana pun “mereka” ada di sekitar kita karna pada dasarnya hidup kita berdampingan dan kembali tujuan ekspedisi ini selain mengetahui fenomena mistis tapi mengetahui info sejarah dari lokasi yang kita kunjungi.

Sampai jumpa dan tunggu Field Report Ekspedisi Wismis di tempat lainnya :)



Field Report
Event
Bandung
Jambi