Advertisement

Advertisement

Tentang Wisata Mistis

Wisata Mistis adalah sebuah wadah perkumpulan atau komunitas yg memiliki kesamaan hobi dan minat, yaitu bertualang,menginvestigasi dan melurusakan misteri-misteri yg beredar di wilayah Bandung dan Sekitarnya. Komunitas ini didirikan pada tanggal 10 April 2011.

Ekspedisi Wisata Mistis "Menguak Sisi Mistis Keindahan Tebing Keraton"

komunitas wisata mistis kali ini mengadakan ekspedisi ke salah satu tempat dataran tinggi di bandung utara, bisa di bilang kawasan wisata ini baru di kenal karena keindahaan panoramanya. Di tempat itu kita bisa melihat hamparan pohon pinus layaknya permadani, tempat itu dikenal dengan Tebing Keraton

Ekspedisi Sumedang 1001 Misteri Museum Geusan Ulun dan Gunung Kunci

Kabupaten yang terkenal dengan tahu sumedangnya yang gurih dan nikmat ini, ternyata menyimpan beribu-ribu misteri didalamnya.

Menelisik Lebih dalam soal Patung Pastor Verbraak Taman Maluku

Menelisik lebih jauh soal keberadaan Patung Pastor ditaman Maluku, Bandung. Taman yang juga menjadi menjadi salah satu paru-paru Kota Bandung ini menyimpan sebuah kisah simpang siur soal ke beradaan Patung Pastor Verbraak

EKSPEDISI BANGUAN TUA BEKAS PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA BANDUNG

Akhirnya wisata mistis kembali berekspedisi sabtu 22 februari 2014 setelah beberapa lama rehat, terakhir ekspedisi wismis di Jakarta, untuk ekspedisi kali ini berlokasi di tengah-tengah kota Bandung, bisa di bilang salah satu bangunan tua yang disekitarnya banyak terdapat tempat-tempat yang bersejarah lainnya.

Merchant Partners
       
Welcome To The Mystical Travel Community (Wisata Mistis)

Our aim with Mystical Travel Community it can be a place where everyone could be together and establish a sense of brotherhood between each other (especially residents of Bandung) and also provide education about the history / history about a places and then a place where everyone could be able to share their information such as a spooky place / haunted / urban legend in The Bandung City.

Vision:

Creating a balance in life , and investigate an area that has a history , myth or urban legend of perspective Mystical Travel.

Mission:

1. To Develope mental and spiritual of every person who participated in the Mystical Travel , So get closer to God Almighty.

2. Investigate and unravel the mysteries and history among the people around.

3. Introducing the historical places that have a myth in an area in the Mystical Travel Themes.

Schedule Time & Type of Activity

1. Regular meeting ( kongkow routine )

ü Implemented on every Thursday night or evening friday

ü Activities when regular meeting were held

ü Introductions between new members , share an idea/info between a member ,discussing the other agenda of mystical travel ( Wisata Mistis)

ü It is held on

§ In: Angkringan Magelang, in front of the Gate of ITB, Jl. Ganesha (Salman Field ) Bandung, at. 08.00 p.m till finish.

§ On CFD (Car Free Day Dago) in front of RS Boromius.

2. Expedition (investigation)

ü Held every Saturday (once in 2 weeks ), for time and place customized.

ü (expedition can be followed with you if you follow Meeting ( kongkow ) or regular meeting every Friday night).

(nb: The above information may change at any - time with certain provisions)

Rabu, 27 Agustus 2014

[Wisata Mistis] Ekspedisi Wisata Mistis "Menguak Sisi Mistis Keindahan Tebing Keraton"

Keindahan "tebing Keraton" di Pagi Hari
Setelah 1 bulan libur ekspedisi di bulan ramadhan, komunitas wisata mistis kali ini mengadakan ekspedisi ke salah satu tempat dataran tinggi di bandung utara, bisa di bilang kawasan wisata ini baru di kenal karena keindahaan panoramanya. Di tempat itu kita bisa melihat hamparan pohon pinus layaknya permadani, tempat itu dikenal dengan Tebing Keraton.

Mendengar dari namanya wismis pun mencoba mencari informasi seputar tempat itu ada yang mengatakan dinamakan tebing keraton karena ada keraton ghaib di tempat itu, dan akhirnya wismis pun melakukan ekspedisi untuk menguak sisi mistis dari keindahan Tebing Keraton.
Berkumpul di Meetpoint
Kami pun berkumpul di meetpoint yang telah di tentukan saat kongkow/kopdar wismis, peserta pun satu persatu berdatangan, dan kami pun berangkat ke lokasi sekitar pukul 21.00 di perjalanan menuju lokasi sudah sangat sepi, medan jalan yang kurang baik dan penerangan yang minim tidak membuat  kita menyerah malah makin penasaran dengan lokasi tebing keraton apalagi kalau kita datang di malam hari.

Tiba di lokasi kami di sambut oleh pa RT dan RW setempat, semua melepas lelah di warung yang sengaja buka karna sudah tau kalau wismis akan ekspedisi ke Tebing Keraton, kemudian kita berkumpul membentuk lingkaran besar untuk brefing dan doa bersama serta mendengarkan peraturan dalam berkegiatan Ekspedisi
Briefing Sebelum Ekspedisi di Mulai
Peserta yang mengikuti ekspedisi kali ini berjumlah 22 orang, tim wismis pun membagi peserta menjadi per 3 orang untuk masuk ke dalam lokasi Tebing Keraton dimana di dalam lokasi sudah menunggu salah satu tim , jalan setapak menurun dan pencahayaan yang minim membuat pemandangan Tebing Keraton menjadi berbeda.
Setelah semua peserta masuk dan berkumpul di tanah lapang, tim pun melakukan mediumisasi untuk mengetahui tentang lokasi. Kami duduk melingkar dan suasana mulai hening, mediator pun mencoba menarik sosok yang bisa di ajak komunikasi, tidak lama terdengar suara tawa dari mediator tapi tidak lama keluar lagi, dan mediator pun menjelaskan kalau sosok tersebut tidak akan banyak memberikan informasi, akhirnya di cari lagi dan kali ini yang masuk sosok laki-laki, ia pun mengucap salam dan menanyakan maksud kedatangan kita.
Penjelasan Informasi dari Penduduk sekitar
Kedatangan kita ke tempat ini untuk bersilaturahmi dan ingin tau tentang lokasi dari tempat ini, begitu yang di sampaikan tim pada sosok yang masuk tubuh mediator, sosok itu pun mengatakan memang ada keraton ghaib tetapi letaknya di bawah tebing, dan ia pun berpesan agar selalu menjaga tempat ini dari perbuatan negative serta tetap melestarikannya.

Ada warga ya itu pa ase yang berkesempatan ingin mencoba komunikasi dengan sosok laki-laki tersebut , dimana pa ase adalah orang yang menamakan tempat itu Tebing Keraton, tapi belum pertanyaan dilontarkan sosok laki-laki itu pun tertunduk dan memberi hormat pada pa ase, dan menyampaikan permintaan maafnya , kami semua heran dengan tindakannya,,dan tidak lama sosok laki-laki pun pamit.

Akhirnya kami pun mencoba melakukan mediumisasi sekali lagi kali ini mediatornya berbeda, dan yang masuk kali ini sosok yang berdiam di salah satu batu di lokasi, dia menceritakan kalau dulu tempat ini dijadikan lokasi pertapaan salah satu Prabu tapi lokasi tepatnya di bawah tebing ( yang ada curug), sama di akhir nya sosok itu pun menyampaikan agar kita semua ikut menjaga lokasi dengan tidak membuang sampah dan merusaknya, serasa informasi cukup sosok laki-laki itu pun keluar.

kegiatan pun di teruskan dengan sesi Uji Nyali ada 3 peserta yang berminat melakukan uji nyali, dimana uji nyali disini peserta di tinggal sendiri selama 15 menit tanpa penerangan, ke 3 peserta pun di tempatkan secara terpisah, di sisi lain para peserta yang menunggu mencoba bereksplore lokasi dan kita pun mendengarkan penjelasan dari warga setempat dimana dulunya nama lokasi ini Cadas Jontor biasa sering dilewati warga untuk mencari rumput, panorama di malam hari tidak kalah bagus saat di siang, di malam hari terlihat lampu2 rumah yang seperti bintang .

Ke 3 peserta uji nyali pun kembali dan berkmpul lagi dengan peserta lain, peserta pertama mengatakan  di belakangnya sekilas ada sosok laki2 berbaju putih melewatinya, sedangkan kedua peserta lainnya sama mereka melihat di atasnya melintas cahaya, itulah pengalaman baru bagi mereka yang uji nyali di Tebing Keraton.
Tim pun mengakhiri kegiatan dengan proses cleansing atau pembersihan peserta agar saat pulang tidak membawa sesuatu atau istilah lain “ketempelan”, di tutup dengan doa bersama dan tidak lupa kami pun berpoto bersama.
Wisata MIstis
Pelajaran yang bisa kita ambil kali ini mari kita jaga tempat dimana pun kita berada, dengan merawat dan melestarikannya hingga bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang, serta tetap berkesinambungan antar mahlukNya..

See You ^ ^
Sampai jumpa di Ekspedisi Wisata Mistis berikutnya dengan lokasi yang berbeda…

Rabu, 25 Juni 2014

[Wisata Mistis] Ekspedisi Wisata Mistis "Pabrik Tua" Bandung

29 Maret 2014 Wisata Mistis kembali melakukan Ekspedisi kali ini berlokasi di sebuah pabrik tua bandung, setelah tim wismis menunggu peserta yang lainnya kami pun berangkat ke lokasi , saat itu cuaca gerimis , satu persatu motor kami pun masuk ke kawasan pabrik untuk melakukan brieffing awal , sebelum kegiatan tim wismis melakukan doa bersama dan penjelasan rule dari kegiatan Ekspedisi Wisata Mistis , dan pada saat kita melakukan brieffing terdengar suara tangisan perempuan, ntah suara ini di dengar juga oleh yang lain … mengenai pabrik yang dijadikan lokasi ekspedisi ini didirikan disekitar tahun 1921 saat masa penjajahan belanda, dari penuturan penjaga pabrik itu menceritakan bangunan sebagian bangunan pabrik ini masih asli bawaannya dalam masih sama seperti  pada awal didirikan, dan menurut kabarnya dulu tempat ini di jadikan semacam kamp oleh tentara belanda. 

Saat akan melakukan kegiatan penulusuran hujan pun turun dengan lebatnya kami, tapi Alhamdulillah salah satu penjaga menyarankan untuk melakukan kegiatan di salah satu ruangan pabrik dimana ruangan itu pun memilki cerita mistis, kadang para pekerja sering mengalami gangguan ghaib salah satunya kerasukan, dan krna rasa takut itu juga tidak sedikit para pekerja yang mengundurkan diri. 

Kami pun berjalan menuju ruangan yang di tunjuk oleh penjaga pabrik tersebut, ruangan ini merupakan salah satu ruang produksi areanya luas dan terdapat mesin-mesin dan bahan baku, ekspedisi kali ini aga terhambat karena hujan lebat sampai suara kami pun kurang terdengar jelas Kami pun melakukan sedikit perubahan dari urutan kegiatan, dimana kita langsung mecoba melakukan “buka tirai” dimana tim wismis mencoba menipiskan dimensi “mereka” agar terlihat oleh peserta yang berminat mengikuti kegiatan ini, perlu diketahui kegiatan buka tirai bukanlah membuka mata bathin/mata ketiga seseorang, jadi kegiatan buka tirai kami tidak menjamin “mereka “ bisa terlihat oleh kita, “buka tirai” dilakukan sebanyak 3 sesi dimana dalam 1 sesi diikuti oleh 5 pserta, menurut salah satu peserta yang ikut buka tirai melihat sosok anak kecil hitam yang berlarian dan juga melihat sosok tentara belanda membawa pedang, sedangkan peserta yang lain melihat sosok wanitu baju putih, di salah satu ruangan yang di gunakan untuk kegiatan buka tira.

Setelah kegiatan buka tirai selesai dilanjutkan ke penulusuran tempat yang di pandu oleh salah satu tim dari wisata mistis yang menjelaskan tempat dari sisi kacamata supranaturalnya, dengan pembagian menjadi 2 kelompok, di sisi lainnya salah satu peserta mencoba memvisualisasikan sosok-sosok yang ada di lokasi, dengan alat seadanya berupa bolpint dan secarik kertas ( hasil gambar bisa di lihat di grup FB wisata mistis). dan di luar dugaan salah satu tim terkena gangguan ghaib tapi Alhamdulillah bisa di netralisir oleh rekan tim lainnya.

Penulusaran pun di akhiri dan tim memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba merasakan aura sekitar dalam istilah trendnya “uji  nyali”, ada 1 orang  yang ingin mencobanya, oleh tim wismis di tempatkan di ujung ruangan kosong tanpa ada cahaya apapun selama 15 menit, setelah waktu yang diberikan berakhir tim menjemput kemudian menanyakan pengalaman peserta saat melakukan uji nyali, peserta mengatakan belum melihat apa-apa tapi memang auranya berbeda dan mendadak perut terasa mual, oleh tim wismis pun di lakukan penetralisiran terhadap peserta, kemudian kegiatan di teruskan dengan kegiatan “mediumisasi”.

Semua Peserta dan tim duduk melingkar, mediator duduk di tengah lingkaran dan bersiap memasukan salah satu “sosok” yang ada di lokasi untuk di coba melakukan interaktif, tidak lama “sosok” telah masuk terhadap mediator, salah satu tim wismis mencoba bertanya mengenai lokasi dan siapa yg masuk dalam tubuh mediator, sosoknya laki-laki, dia berkata dia sudah lama tinggal di lokasi di karenakan ingin menjaga tempat ini, mengenai fenomena kerasukan dan gangguan mistis itu di sebabkan oleh sosok ular ( setangah perempuan stngh ular) yang ada di lokasi, tapi bagi orang yang ibadahnya benar, dzikirnya benar gangguan seperti itu tidak akan ada, Cuma sosok laki-laki itu berpesan beribadahlah dengan benar dengan ikhlas bukan hanya ingin dilihat dan dipuji saja bila masih seperti itu maka gangguan-gangguan sperti itu akan mengenainya, secara tiba-tiba sosok laki-laki di mediator pun keluar dan sesi Mediumisasi pun berakhir.

Ekspedisi wismis di akhiri dengan pengecekan kembali keadaan peserta dan pembersihan dari aura negative yang menempel, akhirnya hujan pun reda, kami pun berkesempatan dulu melakukan poto bersama, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan sisi positif dari ekspedisi kali ini, dimana pun “mereka” ada di sekitar kita karna pada dasarnya hidup kita berdampingan dan kembali tujuan ekspedisi ini selain mengetahui fenomena mistis tapi mengetahui info sejarah dari lokasi yang kita kunjungi.

Sampai jumpa dan tunggu Field Report Ekspedisi Wismis di tempat lainnya :)



www.ogobs.com: HORROR VAN JAVA, PESONA NIGHTLIFE BANDUNG

Bers, tahu Paris van JavaParis van Java adalah nama yang diberikan oleh compagnie Belanda kepada Bandung karena pesonanya yang memikat layaknya Paris, Perancis. Paris di pulau Jawa, katanya. Kota dengan puluhan tempat wisata dan oleh-olehnya ini tidak hanya memikat dari gemerlap lampu-lampu yang menghiasi setiap sudut jalan kota, loh Bers. Ada berbagai aktivitas tanpa istirahat hingga malam menjelang dengan warna yang juga menarik perhatian, bukan kehidupan malam dengan glamornya gaya hidup masyarakat melainkan “kehidupan malam” nya.
Tampak depan salah satu rumah yang disebut angker di Jl. Laswi, Bandung.
Tampak depan salah satu rumah yang disebut angker di Jl. Laswi, Bandung. (Dok: Oktadiora Pratama)
Kata teman Ucang, Kota Bandung terkenal dengan urban legend atau cerita yang tersebar dari mulut ke mulut mengenai angkernya berbagai sudut jalan di Kota Bandung, dari Alun-alun kota hingga pelosok Dago, dari jalan raya hingga rumah-rumah tidak berpenghuni. Bisik-bisik masyarakat setiap melewati berbagai bangunan di kota ini seringkali menuai kontroversi, apakah benar bangunan tersebut memang “ditinggali” atau sekadar angin lewat dan tidak ada kebenarannya. Sebut saja Jl. Tamansari, salah satu jalan yang memang sepi jika malam tiba dan tidak jarang ada aktivitas lain di jalan tersebut, atau Museum Pos Indonesia Bandung yang memiliki banyak patung yang rumornya bisa berjalan sendiri, atau rumahambulance yang terletak di Jl. Bahureksa yang rumornya memiliki ambulance tua dan ada cerita mistisnya sendiri, atau, yang paling terkenal, Rumah Gurita di Jl. Pasteur, rumah yang konon katanya memiliki banyak aktivitas gaib mulai dari sekte misterius hingga hal-hal mistis lainnya. Serem gak tuh?
Bisik-bisik masyarakat ini tidak lantas sekadar menjadi obrolan biasa. Ada masyarakat yang juga tertarik untuk mengulas lebih dalam apa yang memang terjadi di berbagai jalan di Kota Bandung, apakah memang ada aktivitas mistis atau sekadar omong kosong. Iman Abdul Rahman misalnya, warga Antapani yang tertarik untuk mengulas lebih dalam tentang aktivitas mistis di Kota Bandung ini kemudian membuat komunitas yang bisa menarik pecinta aktivitas mistis yang dinamakan Wisata Mistis, “awalnya kita penasaran dengan kegiatan mistis yang ada di Bandung, lalu ya kita datangi saja tempatnya,” ujar Iman saat diwawancara Ucang.
Komunitas yang dibentuk 2011 silam ini hingga sekarang anggotanya sudah lebih dari 100 orang loh Bers! Wisata mistis ini sudah melakukan banyak ekspedisi di sekitar Bandung dan Jatinangor, termasuk Jembatan Cincin di Jatinangor yang katanya serem banget itu. Tim yang dibentuk Iman pun sudah beragam saat ekspedisi, seperti penelusuran, uji nyali, mediumisasi, buka tirai, dan cleansing.
Papan pintu masuk Rumah Makan Uji Nyali di Jl. Laswi, Bandung.
Papan pintu masuk Rumah Makan Uji Nyali di Jl. Laswi, Bandung. (Dok: Oktadiora Pratama)
Ketakutan masyarakat akan adanya aktivitas-aktivitas mistis di Kota Bandung ini tidak lantas juga sekadar dijadikan ajang untuk uji nyali, loh Bers. Ada salah satu rumah makan di Jl. Laswi yang mengonsepkan rumah makannya seseram mungkin, dengan wahana yang juga tidak kalah menyeramkan. Rumah makan yang dikelola oleh Muhammad Adi ini dinamakan Rumah Makan Uji Nyali. Saat Ucang tanya mengapa memilih uji nyali sebagai konsep rumah makannya, Adi menjelaskan pada dasarnya lokasi rumah makan ini juga dianggap memiliki aktivitas mistis juga sehingga dianggap mendukung, “rumah ini dulunya katanya bekas tempat pembunuhan, terus sampai sekarang masih nggak tahu ada apa nggakmayatnya cuma katanya ada tengkorak di bawah rumah makan ini,” ujar Adi.
Kuburan yang dibuat untuk menghormati penunggu RM Uji Nyali
Kuburan yang dibuat untuk menghormati penunggu RM Uji Nyali (Dok: Oktadiora Pratama)

Rumah makan yang dikonsep dengan wahana uji nyali dan sebuah konsep rumah hantu yang mengajak peserta wahananya untuk menikmati sajian talent-talent yang didandani seseram mungkin lalu menghampiri peserta dengan berbagai cara ini menurut Adi menjadi salah satu pendongkrak citra rumah makan ini karena Bandung yang memang terkenal dengan aktivitas mistisnya, ditambah, dengan harga wahana dan makanan yang terjangkau akan banyak pengunjung yang tertarik untuk mengikuti wahana ini bahkan mengajak teman-temannya. Namun, bukan bermaksud untuk menantang “penunggu” yang ada di sekitar rumah makan ini, meski ada wahana tetapi Adi juga menghormati para “penunggu” dengan membuatkan tiga makam khusus untuk “penunggu”nya, “makam ini tujuannya untuk menghormati ‘mereka’ karena ‘mereka’ lebih dulu tinggal di sini daripada kita kan, jadi biar sama-sama enak” tambah Adi.
Aktivitas mistis ini juga terkadang mengganggu pengunjung, karena dianggap tidak menghormati ‘penunggu’ atau memang ‘penunggu’nya ingin ikut menyapa pengunjung. Banyak pengunjung yang juga mengalami pengalaman mistis di luar wahana tersebut, seperti adanya ‘penambahan’ talent  padahal yang disediakan oleh RM Uji Nyali hanya tiga orang, lalu tiba-tiba bertambah jadi lima atau enam, bahkan ada aktivitas-aktivitas lain seperti kerasukan yang semuanya berkaitan di rumah makan ini, “pernah ada yang kerasukan, rumahnya jauh, tapi minta di bawa ke rumah makan ini lalu sambil kerasukan orang itu dibawa ke sini,” tutup Adi.
Tertarik untuk mencobanya, Bers? Bisa cek linimasanya di @RM_UjiNyali atau langsung ke Jl. Laswi no.15, Bandung sebelum puasa ini karena RM Uji Nyali ini akan pindah lokasi. Mungkin karena makhluk halus ini akan dirantai selama puasa jadi harus pindah lokasi hehehe. Atau mungkin tertarik mencoba gaya hidup dengan wisata yang lain dari yang lain? Bisa kunjungi linimasa @wisatamistis dan rasakan sensasinya, Bers! (Oktadiora Pratama & Gagah Nurjanuar Putra)

Sumber
Field Report
Event
Bandung
Jambi